Jumat, 13 Januari 2017

Mimpi dan Harapan

Negeri yang jauh dimata. Aku bermimpi, kakiku akan kupijakkan ke negeri-negeri yang menjadi khayalanku saat ini. Hal yang membuatku sangat menginginkannya adalah sebuah cinta yang sudah ada dalam hati. Aku sudah tidak perlu lagi terbang jauh untuk mencari cinta yang sesungguhnya karena aku sudah menemukannya.
Allah meciptakan bumi ini dengan begitu indahnya. Bagaimana Dia membuat lautan yang luas, gunung-gunung yang tinggi dan bintang-bintang yang sangat banyak diangkasa? Aku meyakiniki dan mengagumi keindahan ciptaan-Mu ini. Sungguh mulianya manusia yang diciptakan oleh-Nya untuk menikmati nikmat-nikmat Tuhannya.
Aku belum mengerti bagaimana suatu kaum berbeda dengan kaum lainnya. Banyak penelitian yang sudah ada dimuka bumi ini. Aku percaya dengan menelitian itu  dan aku yakin dengan-Mu ya Rabb bahwa sesungguhnya Engkau menciptakan kami untuk menjadi saudara yang tidak boleh saling menyakiti, saling menjaga, saling belajar, dan saling berjodoh untuk meneruskan generasi kami.
Aku masih sebatas melihat dunia luar melalu internet. Hal-hal menarik sudah menantiku diluar sana. Tapi aku belum bisa pergi karena belum waktunya. Perjalanan panjang dan sangat lama tidak mungkin aku lakukan sendiri meskipun aku berani sendirian. Aku butuh bantuan orang lain karena manusia diciptakan juga untuk menolong sesamanya.
Negeri-negeri yang indah itu membuka mata dan pikiranku. Betapa indahnya mereka dengan sejuta keberagamannya. Mimpi-mimpi anak manusia yang ingin membahagiakan dirinya sendiri dengan hal-hal yang dia suka. Tapi tidak demikian dengan kenyataannya. Aku ingin berdiri dan ingin berlari. Lari secepat mungkin untuk meraih apa yang selalu aku harapkan.
Do’a-do’a yang tiada henti aku panjatkan pada-Mu, usaha-usaha yang aku lakukan meskipun kadang aku belum bisa ikhlas sepenuhnya. Manusia memang sudah mempunyai takdirnya masing-masing dan semua orang tau akan hal ini. Tapi manusia tidak tau takdirnya seperti apa. Takdir mereka mungkin akan sama dengan apa yang mereka lakukan dan usahakan.
Aku. Aku terlahir dari keluarga sederhana yang mempunyai banyak mimpi dan harapan. Sejak aku duduk di bangku sekolah, mimpi-mimpiku mulai kutulis dalam buku dan dalam ingatanku. Selalu kutulis semua harapanku. Pernah kuberkhayal betapa indahnya mimpi ini jika kulakukan dengan banyak hal dan bersama orang-orang yang aku sayangi.
Satu persatu mimpiku terwujud dan banyak juga mimpi-mimpi yang gagal. Aku menangis dalam do’aku. Terkadang aku menyalahankan-Mu tapi sebenarya ini kesalahanku sendiri. Maafkan aku yang telah menyalahkan-Mu ya Rabb. Senyum-senyum indah aku dapatkan dari kedua orang tuaku yang kadang tertawa kecil krtika aku membicarakan tentang mimpi-mimpiku.
Aku masih terlalu kecil untuk bermimpi besar. Tapi aku ingin mempunyai mimpi yang besar meskipun aku masih kecil. Menjelajahi suatu kota yang belum pernah aku jelajahi dan sendirian adalah salah satu mimpi yang sangat aku harapkan. Kota-kota kecil disekitarku sebagai awal perjalanan dari semua mimpi-mimpiku.
Menaiki kendaraan umum dan berjalan kaki adalah hal yang melelahkan. Dengan semangat, kaki kecilku terus melangkah tanpa ragu. Usia tidak pernah aku pikirkan. Aku dipandang terlalu berani untuk anak seusiaku saat itu. Tapi ini mimpi yang ingin aku wujudkan. Aku yakin mimpi-mimpiku yang lain akan terwujud dengan tekad yang kuat pula.
Teman-temanku selalu berkata jika aku tidak pantas disebut perempuan karena aku terlalu berani menyerupai laki-laki. Memang benar. Aku harus berani dengan apa yang ada didepan mataku. Berani pergi jauh dan selalu sendirian, berani melangkah lebih jauh untuk melihat dan mengabadikan ciptaan Allah yang begitu indahnya. Perempuan tidak boleh terlalu menggantungkan hidupnya dengan laki-laki.
Dengan hijab, kulakukan perjalanan ini keluar dari zona aman. Zona yang belum pernah aku tahu dan itu sangat jauh bagi kebanyakan orang. Aku mengajak hijabku pergi jauh keluar provinsi. Hijab sederhana yang menutup semua auratku. Kupejamkan mataku untuk merasakan hangatnya sunset dipantai yang indah. Nikmat Tuhan yang sangat aku syukuri.
Kulangkahkan kakiku kekota yang lebih jauh. Dimana aku harus lebih bisa menjaga diri. Kota yang sangat kejam. Penuh dengan kejahatan, kemaksiatan, fitnah-fitnah, dan lain-lain. Aku ingin pergi ke rumah-Mu Ya Allah. Rumah yang sangat indah di kota itu. Ingin kubersujud disana. Lindungi hamba-Mu yang lemah ini. Aku selalu bernaung kepada-Mu. Aku berharap mendapatkan senyum dari cinta yang selama ini aku jaga.
Dia, adalah orang yang mengerti dengan semua mimpiku. Dia, mengajarkanku untuk selalu dekat pada-Mu. Yang selalu memberi semangat dan dorongan untukku menjadi muslimah yang lebih baik lagi. Tidak ada habisnya jika manusia membahas tentang kekurangan dan masa lalunya. Dia tidak pernah menuntutku untuk menjadi seperti apa yang dia mau. Tapi dia menuntutku untuk menjadi seperti apa yang Engkau dan kekasih-Mu ajarkan.
Dia berusaha melindungiku meskipun aku tahu jarak kita sangat jauh. Jarak adalah ujian dimana aku harus bertahan jika aku benar-benar menginginkannya. Aku tahu, Allah memberikan apa yang manusia butuhkan bukan yang manusia mau. Aku yakin apa yang aku butuhkan adalah ini. Aku berjuang untuknya dan selalu ada di jalan-Mu.
Memang benar. Manusia tidak akan ada habisnya ketika dia meminta. Manusia sering meminta apa yang mereka inginkan buka yang mereka butuhkan. Aku hidup adalah untuk mengabdi pada-Mu. Aku hidup juga untuk menjalankan semua kewajibanku.
Dekatkanlah dia untukku jika dia mengarahkanku kearah yang baik. Jauhkanlan dia dariku jika dia mengarahkanku kearah yang buruk. Engkau memang yang Maha membolak-balikkan hati. Dan Engkau juga sudah menuliskan orang yang baik untukku di lauh mahfudz.
Aku berharap, dia akan menemaniku untuk menjelajahi dan belajar dinegeri-negeri yang jauh. Dikota-kota yang Engkau ridhai, ditempat-tempat yang membawaku menuju surga-Mu. Aku ingin terus berjalan semakin jauh, tapi jangan biarkan aku sendiri lagi Ya Allah.
Perjalanan ini masih dititik nol dari semua mimpiku. Titik tertinggi dalam mimpi dan harapanku adalah menuju surga-Mu.

Untumu yang jauh disana. Tetaplah bersamaku menjadi teman yang baik dan teman yang akan menemaniku menuju titi tertinggi itu, surga-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar