Negeri yang jauh
dimata. Aku bermimpi, kakiku akan kupijakkan ke negeri-negeri yang menjadi
khayalanku saat ini. Hal yang membuatku sangat menginginkannya adalah sebuah
cinta yang sudah ada dalam hati. Aku sudah tidak perlu lagi terbang jauh untuk
mencari cinta yang sesungguhnya karena aku sudah menemukannya.
Allah meciptakan bumi
ini dengan begitu indahnya. Bagaimana Dia membuat lautan yang luas,
gunung-gunung yang tinggi dan bintang-bintang yang sangat banyak diangkasa? Aku
meyakiniki dan mengagumi keindahan ciptaan-Mu ini. Sungguh mulianya manusia
yang diciptakan oleh-Nya untuk menikmati nikmat-nikmat Tuhannya.
Aku belum mengerti
bagaimana suatu kaum berbeda dengan kaum lainnya. Banyak penelitian yang sudah
ada dimuka bumi ini. Aku percaya dengan menelitian itu dan aku yakin dengan-Mu ya Rabb bahwa
sesungguhnya Engkau menciptakan kami untuk menjadi saudara yang tidak boleh
saling menyakiti, saling menjaga, saling belajar, dan saling berjodoh untuk
meneruskan generasi kami.
Aku masih sebatas
melihat dunia luar melalu internet. Hal-hal menarik sudah menantiku diluar
sana. Tapi aku belum bisa pergi karena belum waktunya. Perjalanan panjang dan
sangat lama tidak mungkin aku lakukan sendiri meskipun aku berani sendirian.
Aku butuh bantuan orang lain karena manusia diciptakan juga untuk menolong
sesamanya.
Negeri-negeri yang
indah itu membuka mata dan pikiranku. Betapa indahnya mereka dengan sejuta
keberagamannya. Mimpi-mimpi anak manusia yang ingin membahagiakan dirinya
sendiri dengan hal-hal yang dia suka. Tapi tidak demikian dengan kenyataannya.
Aku ingin berdiri dan ingin berlari. Lari secepat mungkin untuk meraih apa yang
selalu aku harapkan.
Do’a-do’a yang tiada
henti aku panjatkan pada-Mu, usaha-usaha yang aku lakukan meskipun kadang aku
belum bisa ikhlas sepenuhnya. Manusia memang sudah mempunyai takdirnya
masing-masing dan semua orang tau akan hal ini. Tapi manusia tidak tau
takdirnya seperti apa. Takdir mereka mungkin akan sama dengan apa yang mereka
lakukan dan usahakan.
Aku. Aku terlahir dari
keluarga sederhana yang mempunyai banyak mimpi dan harapan. Sejak aku duduk di
bangku sekolah, mimpi-mimpiku mulai kutulis dalam buku dan dalam ingatanku.
Selalu kutulis semua harapanku. Pernah kuberkhayal betapa indahnya mimpi ini
jika kulakukan dengan banyak hal dan bersama orang-orang yang aku sayangi.
Satu persatu mimpiku
terwujud dan banyak juga mimpi-mimpi yang gagal. Aku menangis dalam do’aku.
Terkadang aku menyalahankan-Mu tapi sebenarya ini kesalahanku sendiri. Maafkan
aku yang telah menyalahkan-Mu ya Rabb. Senyum-senyum indah aku dapatkan dari
kedua orang tuaku yang kadang tertawa kecil krtika aku membicarakan tentang
mimpi-mimpiku.
Aku masih terlalu kecil
untuk bermimpi besar. Tapi aku ingin mempunyai mimpi yang besar meskipun aku
masih kecil. Menjelajahi suatu kota yang belum pernah aku jelajahi dan
sendirian adalah salah satu mimpi yang sangat aku harapkan. Kota-kota kecil
disekitarku sebagai awal perjalanan dari semua mimpi-mimpiku.
Menaiki kendaraan umum
dan berjalan kaki adalah hal yang melelahkan. Dengan semangat, kaki kecilku
terus melangkah tanpa ragu. Usia tidak pernah aku pikirkan. Aku dipandang
terlalu berani untuk anak seusiaku saat itu. Tapi ini mimpi yang ingin aku
wujudkan. Aku yakin mimpi-mimpiku yang lain akan terwujud dengan tekad yang kuat
pula.
Teman-temanku selalu
berkata jika aku tidak pantas disebut perempuan karena aku terlalu berani
menyerupai laki-laki. Memang benar. Aku harus berani dengan apa yang ada
didepan mataku. Berani pergi jauh dan selalu sendirian, berani melangkah lebih
jauh untuk melihat dan mengabadikan ciptaan Allah yang begitu indahnya.
Perempuan tidak boleh terlalu menggantungkan hidupnya dengan laki-laki.
Dengan hijab, kulakukan
perjalanan ini keluar dari zona aman. Zona yang belum pernah aku tahu dan itu
sangat jauh bagi kebanyakan orang. Aku mengajak hijabku pergi jauh keluar
provinsi. Hijab sederhana yang menutup semua auratku. Kupejamkan mataku untuk
merasakan hangatnya sunset dipantai yang indah. Nikmat Tuhan yang sangat aku
syukuri.
Kulangkahkan kakiku
kekota yang lebih jauh. Dimana aku harus lebih bisa menjaga diri. Kota yang
sangat kejam. Penuh dengan kejahatan, kemaksiatan, fitnah-fitnah, dan
lain-lain. Aku ingin pergi ke rumah-Mu Ya Allah. Rumah yang sangat indah di
kota itu. Ingin kubersujud disana. Lindungi hamba-Mu yang lemah ini. Aku selalu
bernaung kepada-Mu. Aku berharap mendapatkan senyum dari cinta yang selama ini
aku jaga.
Dia, adalah orang yang
mengerti dengan semua mimpiku. Dia, mengajarkanku untuk selalu dekat pada-Mu.
Yang selalu memberi semangat dan dorongan untukku menjadi muslimah yang lebih
baik lagi. Tidak ada habisnya jika manusia membahas tentang kekurangan dan masa
lalunya. Dia tidak pernah menuntutku untuk menjadi seperti apa yang dia mau.
Tapi dia menuntutku untuk menjadi seperti apa yang Engkau dan kekasih-Mu
ajarkan.
Dia berusaha
melindungiku meskipun aku tahu jarak kita sangat jauh. Jarak adalah ujian
dimana aku harus bertahan jika aku benar-benar menginginkannya. Aku tahu, Allah
memberikan apa yang manusia butuhkan bukan yang manusia mau. Aku yakin apa yang
aku butuhkan adalah ini. Aku berjuang untuknya dan selalu ada di jalan-Mu.
Memang benar. Manusia
tidak akan ada habisnya ketika dia meminta. Manusia sering meminta apa yang
mereka inginkan buka yang mereka butuhkan. Aku hidup adalah untuk mengabdi
pada-Mu. Aku hidup juga untuk menjalankan semua kewajibanku.
Dekatkanlah dia untukku
jika dia mengarahkanku kearah yang baik. Jauhkanlan dia dariku jika dia
mengarahkanku kearah yang buruk. Engkau memang yang Maha membolak-balikkan
hati. Dan Engkau juga sudah menuliskan orang yang baik untukku di lauh mahfudz.
Aku berharap, dia akan
menemaniku untuk menjelajahi dan belajar dinegeri-negeri yang jauh. Dikota-kota
yang Engkau ridhai, ditempat-tempat yang membawaku menuju surga-Mu. Aku ingin
terus berjalan semakin jauh, tapi jangan biarkan aku sendiri lagi Ya Allah.
Perjalanan ini masih
dititik nol dari semua mimpiku. Titik tertinggi dalam mimpi dan harapanku
adalah menuju surga-Mu.
Untumu yang jauh
disana. Tetaplah bersamaku menjadi teman yang baik dan teman yang akan
menemaniku menuju titi tertinggi itu, surga-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar