Minggu, 08 Januari 2017

Tentang Pilihan

Khimar atau jilbab biasa?
Hijab atau membungkus kepala?
Bersolek atau biasa dan menutupinya dengan niqab?
Hal yang sangat mendasar yang kadang masih menjadi hal yang sulit bagiku. Penampilan memang penting tapi ini bukan masalah modis. Aku bisa saja modis dan kekinian. Tapi aku ingat jika aku harus menghargai diriku sendiri. Menutupnya atau membagikannya kepada orang lain. Hanya itu pilihannya.
Aku masih haus akan pujian. Ini jujur. Aku mau berhijab karena dulu aku sering dibilang cantik berhujab daripada membungkus kepala. Awalnya aku hanya menggunakan jilbab biasa, rok spanatau celana jeans, kaos ketat, dan jaket jeans. Jilbab biasa aku sulap dengan jilbab paris double lalu lipatannya aku pendekkan. Jadilah jilbab besar yang sering aku pakai saat ini.
Panas? Ya. Kurang leluasa dalam bergerak? Ya. Lebih membatasi diri dan tidak bebas lagi? Ya. Aku tidak melakukannya dalam satu waktu. Ini butuh proses. Menjadi sholehah itu butuh proses yang panjang. Mengikuti sunnah nabi itu berarti siap diasingkan? Tidak bagiku. Justru teman-temanku selalu mendukungku untuk berubah lebih baik.
Bagaimana dengan orang tua? Ijinnya belum turun. Aku bingung bagaimana harus menjelaskannya. Mereka takut aku tidak bisa istiqomah. Menjadi istiqomah juga butuh proses yang panjang menurutku. Dekat dengan teman-teman tapi terasa jauh dengan orang tua. Sulit bagiku.
Aku berdo’a kepada Allah. Aku hanya meminta, berikan ijin-Mu lalu sampaikan kepada orang tuaku tentang niat baik ini. Aku ingin merubah diriku menjadi lebih baik. Aneh? Tidakkan? Aku belajar menjadi wanita yang lebih baik. Aku tidak ingin berubah menjadi wanita yang lebih buruk.
Aku berubah juga tidak dipengaruhi oleh siapapun. Tapi aku berubah karena aku melihat orang yang bisa lebih baik dari masa lalunya. Betapa cantiknya wanita itu dengan khimar dan niqabnya dia tampak sempurna.
Aku berseteru dengan diriku sendiri. Khimar atau jilbab biasa? Membungkus atau menutup rapat-rapat? Ya Allah mudahkanlah jalanku. Berikan aku pilihan yang terbaik.
Dukungan banyak orang sudah mengalir dan membanjiri akun sosial mediaku. Tinggal satu ijin lagi yang harus aku dapatkan adalah ijin dari orang tua. Ya ijin dari orang tua. Sesulit ini aku mendapatkannya. Apakah ini ujianku saat ini?

Meyakinkan orang tua tidak semudah yang aku bayangkan. Aku ingin cantik seperti bidadari syurga itu. Aku ingin sholehah. Aku ingin berubah. Apakah terlalu tinggi keinginanku ini?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar