Khimar
atau jilbab biasa?
Hijab
atau membungkus kepala?
Bersolek
atau biasa dan menutupinya dengan niqab?
Hal
yang sangat mendasar yang kadang masih menjadi hal yang sulit bagiku. Penampilan
memang penting tapi ini bukan masalah modis. Aku bisa saja modis dan kekinian. Tapi
aku ingat jika aku harus menghargai diriku sendiri. Menutupnya atau
membagikannya kepada orang lain. Hanya itu pilihannya.
Aku
masih haus akan pujian. Ini jujur. Aku mau berhijab karena dulu aku sering
dibilang cantik berhujab daripada membungkus kepala. Awalnya aku hanya
menggunakan jilbab biasa, rok spanatau celana jeans, kaos ketat, dan jaket
jeans. Jilbab biasa aku sulap dengan jilbab paris double lalu lipatannya aku
pendekkan. Jadilah jilbab besar yang sering aku pakai saat ini.
Panas?
Ya. Kurang leluasa dalam bergerak? Ya. Lebih membatasi diri dan tidak bebas
lagi? Ya. Aku tidak melakukannya dalam satu waktu. Ini butuh proses. Menjadi sholehah
itu butuh proses yang panjang. Mengikuti sunnah nabi itu berarti siap
diasingkan? Tidak bagiku. Justru teman-temanku selalu mendukungku untuk berubah
lebih baik.
Bagaimana
dengan orang tua? Ijinnya belum turun. Aku bingung bagaimana harus
menjelaskannya. Mereka takut aku tidak bisa istiqomah. Menjadi istiqomah juga
butuh proses yang panjang menurutku. Dekat dengan teman-teman tapi terasa jauh
dengan orang tua. Sulit bagiku.
Aku
berdo’a kepada Allah. Aku hanya meminta, berikan ijin-Mu lalu sampaikan kepada
orang tuaku tentang niat baik ini. Aku ingin merubah diriku menjadi lebih baik.
Aneh? Tidakkan? Aku belajar menjadi wanita yang lebih baik. Aku tidak ingin
berubah menjadi wanita yang lebih buruk.
Aku
berubah juga tidak dipengaruhi oleh siapapun. Tapi aku berubah karena aku
melihat orang yang bisa lebih baik dari masa lalunya. Betapa cantiknya wanita
itu dengan khimar dan niqabnya dia tampak sempurna.
Aku
berseteru dengan diriku sendiri. Khimar atau jilbab biasa? Membungkus atau
menutup rapat-rapat? Ya Allah mudahkanlah jalanku. Berikan aku pilihan yang
terbaik.
Dukungan
banyak orang sudah mengalir dan membanjiri akun sosial mediaku. Tinggal satu
ijin lagi yang harus aku dapatkan adalah ijin dari orang tua. Ya ijin dari
orang tua. Sesulit ini aku mendapatkannya. Apakah ini ujianku saat ini?
Meyakinkan
orang tua tidak semudah yang aku bayangkan. Aku ingin cantik seperti bidadari
syurga itu. Aku ingin sholehah. Aku ingin berubah. Apakah terlalu tinggi
keinginanku ini?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar